Malam ini, merupakan malam pertama gw perform tanpa via.. kami seoarang ada di kota basel, kota ke 2 tujuan tour konser kami, gw udah persiapkan semua materi yg gw rubah lagi komposisinya, nadia juga sudah menguasai semua materi yg akan di bawakan malam ini, dia memang cerdas dan bisa menguasai semua materi dengan cepat..
sementara via juga ikut kami ke kota basel, ini pertama kali buat dia bisa nonton gw perform dari kursi penonton..
kondisi via sudah membaik, walau terkadang dia masih kenangis jika ingat masalah kecelakaan yg menimpa keluarga dia.
sebenernya via mau di pulangkan lebih dulu ke indonesia, tapi atas berbagai pertimbangan dari via, maka dia mutusin untuk tetep tinggal sampai kontrak berakhir.
lagian gw pribadi juga ga pengen dan ga tega semisal via harus pulang sendirian..
Sekitar jam 7 malam kami masih di hotel, gw masih asik benerin rambut. Sementara via juga terlihat sibuk di depan cermin..
Baca Juga : Antara Aku, Kau dan sabun
"lo yakin ga mau nunggu di sini aja?" tanya gw.
"enggaklah, gw pengen denger lo nyanyi" jawab via.
"halah gayamu, tiap hari juga udah denger gw nyanyi" kata gw.
"pengen lihat lo di panggung kayak gimana" kata via lagi.
"mudah2an aja gw ga grogi" jawab gw.
"nadia udah bisa semua kan?" tanya via.
"heem dah pinter dia" jawab gw pendek.
"oh ya leo, misal tar perform berikutnya gw ikut main gimana?" tanya via.
Gw diem..
gw tau via pasti pengen nerusin main sama gw, tapi kondisi dia masih ga memungkinkan, nafas dia sekarang beda sama dulu, jalan 20 meter aja harus berhenti dulu dan itupun nafas dia sudah mirip nafas ular naga, apalagi kalo nyanyi..
"iya boleh, asal lo udah sembuh total, emang mau lo nyanyi bentar trus nafas lo keluar api" jawab gw.
"iya sih" kata via pelan.
"udah deh sabar dulu, gw ga kemana2 kok, kita masih bisa main bareng tar" kata gw.
Via diem..
"yaudah yuk berangkat via, kasihan nadia udah di sana dari tadi" kata gw.
Via berdiri dan kita jalan keluar kamar hotel menuju gedung tempat perform ke 2 kami....
........
Gw udah duduk di kursi diatas panggung, gitar udah gw pegang, michropon udah gw deketin di bibir gw..
di sebelah gw ada nadia yg saat ini memakai gaun warna ungu, dengan jazz bass di tangan dia..
sedikit ada rasa sedih ngelihat posisi yg biasanya di tempati via, kini di gantikan nadia.. jujur gw grogi, gw kurang pede malam itu..
Setelah mengucap doa, gw mulai permainan gitar gw..
nadia juga mulai ikut permainan.. kami mulai intro lagu kami..
dan gw mulai mengeluarkan suara untuk bernyanyi.. entah apa yg penonton rasain setelah denger suara gw, yg jelas gw mulai nyanyi untuk yg pertama kali, suara gw yg menurut via bisa mengundang tsunami mulai terdengar di seluruh gedung..
gw coba hayati permainan dan nyanyian gw, tapi memang susah untuk bisa nyanyi dan main gitar secara bersamaan.. dalam hati gw kagum sama via, dia bisa ngelakuin itu dengan baik..
Lagu demi lagu kami bawakan, gw sedikit tenang setelah mengetahui reaksi penonton yg luar biasa rame memberikan tepuk tangan di setiap lagu yg kami bawakan..
nadia juga gw lihat semakin enjoy memainkan bass dia..
mungkin tuhan masih sayang sama kita, tuhan mengijinkan kami untuk bisa menyelesaikan penampilan kami dengan sempurna..
Kami turun dari panggung dan berkumpul di ruang santai di belakang panggung..
elvon cs udah siap2 utuk tampil, gw lihat mereka sedang kumpul untuk berdoa..
gw jalan dan setelah gw lihat mereka selesai doa, gw deketi elvon
"good luck bro" kata gw sambil meluk elvon
"yes thank you, btw you have wonderful voice bro" jawab elvon.
Gw cuma cengir2 aja denger dia ngomong gitu, gw yakin dia ngeledek gw nih..
Setelah itu elvon cs mulai beraksi di panggung, gw masih duduk2 di ruang santai sama nadia, dan juga beberapa kru kami..
"lo bagus tadi nad mainya" puji gw ke nadia.
"aww thank you mas bro, lo juga nanyi udah pro bgt bro" kata dia.
"procold apa protokol nad?" goda gw.
"hahaha realy, suara lo bagus, apa perangkat yg lo yg bagus ya" kata nadia ngeledek.
Emang sih masalah mic, equalizer, cabinet dll bisa di bilang yg mereka sediakan sangat2 bagus, suara gw yg jelek jadi tertutupi oleh kecanggihan perangkat mereka..
"lo mau minum?" kata nadia.
"boleh lah" jawab gw.
Nadia jalan dan membuka kotak lalu mengambil sebotol minuman
"via ga lo ajak kesini?" tanya nadia sambil menuang minuman di gelas.
"biar gapapa dia sama irene kok" jawab gw.
"baguslah via udah baikan, butuh hiburan via itu, andai aja dia ga sakit pasti gw ajak minum2" kata nadia.
"tegar dia nad, temen cewek gw yg paling tegar cuma dia" kata gw.
"gw juga tegar" kata nadia.
"terserah lo" jawab gw sambil minum.
"oh iya, elvon tadi bilang kalo lo mau di ajak minum2 tar selepas acara selesai, lo mau ikut kan?" tanya nadia.
"enggak nad, gw nemeni via" jawab gw.
"lo ikut aja, biar via sama gw sama irene" kata nadia.
"lo emang ga mau ikut?" tanya gw.
"ga papa gw nemeni via, giliran cowok2 dulu yg seneng2" kata nadia.
"oh.. ga rame donk ga ada ceweknya" jawab gw.
"halah disono juga banyak cewek" jawab nadia.
Gw diem..
Emang sih gw belum pernah ikut elvon cs, gw lebih milih nemeni via..
tapi gw juga pgn lebih akrab sama mereka, siapa tau ada rejeki lain dari mereka, siapa tau ada tawaran lagi dari mereka..
"yaudahlah gw ikut" kata gw sambil minum lagi.
"udah jangan banyak2 minum sekarang, sisain space di perut lo buat nanti" kata nadia.
...........
Sekitar 1 jam kemudian, via dan nadia pamit mau pulang ke hotel, irene juga ikut sama mereka
"sorry via gw ikut elvon dulu, ga enak gw di ajak ga pernah mau" kata gw.
"iya ga papa kok, jangan kebanyakan minumnya biar bisa pulang" kata via.
"iya iya" jawab gw sambil gw peluk via.
Lalu mereka naik mobil menuju hotel, sedang gw sama elvon cs jalan kaki menuju club malam yg berada tepat di seberang gedung tempat kami manggung..
"akhirnya lo bisa juga keluar dari kamar" goda elvon.
"ga ada salahnya kan gw mabuk dan berbuat onar di sini" jawab gw sambil ketawa.
"hahaha boleh2, kita bikin club berantakan malam ini" balas elvon.
Kami masuk dan di persilahkan duduk di sofa yg udah di pesan sama salah satu kru
Gw lihat suasana ga begitu rame, musik juga ga sebising seperti club2 d jakarta atau bali.. suara kita masih bisa jelas terdengar ketika kami ngobrol..
"jadi, lo kuliah seni berapa tahun?" kata elvon.
"hampir 4,5 tahun" jawab gw.
"oh kalo gw cuma 2 tahun" jawab elvon.
"kuliah di mana?" tanya gw.
"juilliard" jawab elvon pendek sambil meminum segelas margarita.
"juilliard? Manhattan? New york?" tanya gw.
"yaps bener" kata dia lagi.
Ya tuhan.. juilliard, sekolah musik impian gw..
"susah ga tes untuk masuk di sana?" tanya gw.
"uhmm lumayan sih, gw ikut 3x baru lolos" jawab elvon.
Memang sih gw denger2 dari dosen2 gw dulu kalo juilliard emang susah di tembus..
ahh beruntung bgtbelvon bisa sekolah musik di sana..
"main billiard yuk" ajak elvon ke gw.
Gw berdiri dan jalan ke meja biliard, sementara temen2 elvon entah pada kemana..
"kita main 8 bola" kata elvon sambil mulai menyodok bola2 di meja billiard.
Kita main sambil ngobrol ringan, gw jadi lebih banyak tau tentang elvon, selain musisi, dia juga jadi guru musik di salah satu smu di kota dia.. dia juga punya usaha travel yg dia kembangin sendiri.
gw mulai sadar kalo musik bukan cuma satu2nya sumber elvon, dia juga seorang guru dan pengusaha..
Sekitar 5 meter dari tempat gw main biliard, ada 5 orang gadis sedang duduk2 sambil minum, gw perhatiin ada salah satu dari mereka yg selalu ngelihat ke arah kami.. gw pikir dia pasti tertarik sama elvon.
"liat arah jam 3, yg berbaju hitam liatin ke lo terus" kata gw
"oh ya? Lo mau temen main billiard? Hmm??" kata elvon.
"maksudnya?" tanya gw
Elvon ga jawab tapi dia langsung jalan ke arah gadis2 tadi, gw liat elvon ngobrol2 sama mereka.. gw tetep lanjutin main billiard.
sekitar 10 menit, elvon jalan ke arah gw dan kali ini dia bersama gadis berbaju hitam tadi..
"leo, ini paris, paris ini leo" kata elvon ngenalin gw ke gadis tadi.
"oh hi leo" kata paris sambil jabat tangan gw.
Gw balas jabat tangan paris sambil senyum..
"dia yg dari tadi ngeliat ke arah lo, bukan gw" bisik elvon.
Gw masih diem bingung, masak gw yg di liatin? Ga salah apa selera bule ini? Elvon yg bisa gw bilang sempurna ini malah ga di lirik?? Lagian keren banget ya gadis cantik namanya paris, gw ga bisa bayangin kalo lidya walo cantik trus punya nama ciledug atau ponorogo.
"ok gw kesana lagi ya, enjoy your time" bisik elvon.
"loh trus gw?" tanya gw.
"paris pengen kenal lo" kata elvon sambil jalan ke arah temen2 paris.
Gw masih berdiri kaku, gw takut kalo paris ga bisa inggris, bisa gaya kera gw ngomong sama dia..
"permainan kamu tadi bagus, suara kamu bagus" kata paris yg ternyata bisa inggris.
"oh terimakasih" jawab gw pendek.
"kamu dari jepang?" tanya paris.
"oh bukan, gw dari indonesia" jawab gw.
"oh sorry, saya ga bisa bedakan orang asia semua sama" kata dia sambil senyum
"gw juga gitu ga bisa bedain bule semua sama" kata gw sambil ketawa.
Kita masih berdiri di deket meja biliard..
"kamu tinggal di sini terus?" kata paris.
"oh enggak, gw tinggal di luzern" jawab gw.
"maksud saya tinggal di eropa terus?" tanya paris.
"oh cuma 3 bulan, kontrak music gw 3 bulan" jawab gw.
"Oh nice" sahut paris pendek
"uhmm kita duduk?" ajak gw ke paris.
"boleh" jawab dia pendek.
Kami duduk berdua di dekat sofa yg di tempati elvon dan temen2 paris
Gw juga pesan minuman lagi buat gw dan paris..
"jadi kegiatan lo apa?" tanya gw.
"saya perawat" kata paris.
"oh nice" jawab gw ngikutin dia.
"kerja apa aja asal halal dan barokah" kata paris lagi.
"ah kepet lo, kayak emak2 di indonesia aja ngomong gitu" kata gw.
"saya penggemar mak ijah naik haji lo" jawab dia.
Ahh semakin ngelantur kan.. salah dialog lagi..
"kamu kerja?" tanya gw.
"iya saya perawat" jawab paris
"ga takut lihat darah?" tanya gw.
"oh enggak" jawab paris pendek.
Kami ngobro! Ringan, jujur ngedate ala eropa ternyata susah, ga segampang di film2, padahal bayangan gw tadi begitu ngobrol2, dia mabuk, trus ngajak ke kamar..
lha ini udah 2 jam lebih masih seger ga ada mabuk2nya dia, malah gw yg setengah mati nahan biar ga kelihatan mabuk..
"kamu ada nomor telpon?" tanya paris.
"ada" jawab gw sambil mengeluarkan hp gw dan gw tunjukin nomor gw.
"uhmm.. ga papa kalau besok2 saya telpon kamu?" kata paris
"yes sure" jawab gw.
"uhmm ga papa misalkan besok2 kita makan malam?" tanya dia lagi.
"yes sure" jawab gw lagi.
"ok, saya hubungi kamu secepatnya ya" kata paris sambil ngelirik jam tangan dia.
"yes sure" jawab gw.
"uhmm yasudah saya mau pulang dulu, sudah dini hari" kata paris sambil berdiri dan senyum ke gw.
"ok, makasih ya" kata gw sambil ngulurin tangan mau jabat tangan.
"makasih juga" jawab paris sambil mendekat dan memeluk gw.
Ahh parfum dia.. banyak banget bau2 parfum yg bikin gw melayang selama gw di sini, gak irene, ga paris kok parfumnya ga ada yg berbau asem, semua membuat gw ngerasa melayang.
"ok see you next time" kata paris.
"bye" jawab gw.
Paris jalan menuju temen2 dia, terlihat dia juga pamit sama mereka dan juga elvon lalu gw lihat paris keluar dari club malam..
Sementara gw masih duduk sendirian ngerasain pala gw yg mulai puyeng..
"gimana menurut lo si paris? Cantik?" kata elvon sambil duduk di sebelah gw.
"banget, kategory super rare itu kalo di kota asal gw" jawab gw.
Elvon ketawa
"trus kenapa gak lo anter dia pulang?" kata elvon.
"lah dia ga minta antar gitu?" jawab gw bingung.
Lalu elvon jelasin ke gw trik2 buat ngedeketin cewek, termasuk ngantar dia pulang ke rumah dia dll
Dia juga jelasin kalo cewek2 yg ga terburu-buru untuk ngajak kita anu anu, itu berarti dia cewek baik2 dan tipe orang yg beretika.. istilah kasarnya mereka itu dari kalangan yg berpendidikan.
Oalah gw pikir kayak di film2, kenal cewek di bar, mabuk, trus ngamar...
"dia punya nomor gw" kata gw.
"lo punya nomor dia?" tanya elvon.
"engga" jawab gw.
"hahahaha haruanya lo minta nomor dia, jadi lo bisa hubungi dia" kata elvon.
"tapi dia bilang mau hubungi gw kok" kata gw.
"kalo enggak hubungi?" tanya elvon.
Gw diem..
kalo ga hubungi ya bukan rejeki gw..
ahh gw nyesel knapa gw ga minta nomor dia tadi..
gw nyesel kesempatan tadi ga gw gunakan sebaik mungkin..
ahh kapan lagi kenal cewek kayak paris..
Lalu gw denger hp gw bunyi ada sms masuk..
" .... ....... "
Bersambung..

0 komentar:
Post a Comment