Searching...

Popular Posts

Monday, 31 August 2015

Gitarku.. Ceritaku... Chapter 64

04:51

Kita berada di rumah nadia, kami duduk2 di bar kecil di halaman samping rumah nadia.. terdengar alunan lagu michael buble dengan merdunya.. kami duduk dan ngobrol2 kesana kemari.. sampai tiba2 nadia ngomong sesuatu..

"leo, gw pikir lo kudu cerita deh sama mereka ber 2 masalah lo kemarin. Ga adil kalo mereka ga tau" kata nadia.

"ahh udah beres kok nad, ga perlu mereka tau lah" kata gw.


"emang kalian nyembunyiin apa sih dari kita?" kata niar.

Sementara gw liat via cuma duduk diem seakan ga tertarik

"bukan hal yg besar kok niar" jawab gw

"iya trus apa?" kata niar lagi

Hmm emang rasa keingin tahuan cewek sangat besar, udah di bilang ga penting eh tetep aja ngeyel pgn tau..

"yaudah.. jadi gini, ke!ain pas gw ke kalimantan gw.. ((@*@*@^^^$**@(@()@) " gw ceritain semua ke mereka, juga masalah gw di kasih duit 15 juta oleh bokap lidya"

"wahh keren leo, jadi sekarang lo udah punya duit nih, pantesan lo traktir minum malam ini hehehe" kata niar

"iya, dan gw harap pilihan ini ga membuat gw nyesel, gw berharap sama kalian" kata gw lagi.

Sementara via masih diem seakan ga dengerin cerita gw..

"trus kapan rencana kita bikin demo? Toh leo sekarang udah bisa patungan dan materi kita juga udah lumayan siap kan" kata niar bersemangat.

"kapan via menurut lo?" tanya gw ke via.

"ehmm ya nanti di pikir lagi deh kapan enaknya, yg penting secepatnya" kata via.

Gw liat wajah via seperti menyimpan sesuatu.. entah apa itu tapi gw ngerasa kalo via seperti kecewa atau mungkin marah ma gw..
ahh yg penting gw udah jelasin semua ke mereka.. gw udau ga menyembunyikan apa2 lagi ke mereka..

"yaudah pulang yuk.. leo lo tidur tempat gw aja, gw mau ngobrol dikit" kata via.

"aduh tanggung lah, kalian sekalian nginep sini aja ya bareng2 sama niar?" kata nadia.

"enggak nad, kita mau bikin konsep lagu malam ini" kata via yg gw yakin 100% dia itu bohong saat itu.

Akhirnya nadia ngantar kami ke kontrakan via, setelah itu nadia langsung pulang..
gw dan via diduk2 di kamar via.. masih terlihat wajah via terlihat murung..
Gw pegang tangan via..

"sebenernya ada apa via??" tanya gw.

"ga ada apa2 leo, gw cuma ngerasa bersalah banget ma lo" kata dia pelan.

"ngerasa bersalah gimana?" tanya gw lagi.

"12 juta sebulan itu besar leo, dan gw yakin misalkan lo ambil tawaran itu, hidup lo bakal terjamin" kata dia lagi.

"andai kemarin lo cerita ma gw masalah ini, mungkin gw dukung lo untuk menerima tawaran itu.. tapi lo ga cerita ma gw" kata via.

"udah via, ini udah keputusan gw, lagian lo tau sendiri gw juga sreg untuk lanjut di musik" kata gw.

"tapi leo, misalkan kelak kita gagal, gw tambah ngerasa bersalah pastinya" kata via.

"udah lah via, ini ga ada sangkut pautnya sama lo, walau mungkin gw ga kenal sama lo, gw juga pasti tetep ambil keputusan yg sama. Ini udah jadi jalan gw, dan gw seneng bisa jalan bareng lo memperjuangkan impian ini" kata gw.

Via diem..

"yaweslah istirahat aja sekarang.. gw capek banget via" kata gw sambil ndelosor tidur di kasur.

Gw liat via masih duduk.. dia terlihat masih murung..

"udah via ayo tidur.." kata gw lagi sambil Mata gw merem..

Dan ga lama kemudian via ikut tidur di sebelah gw.. 
Gw pun tertidur....
.....


Kehidupan yg gw jalani saat itu masih seperti sebelum2nya, ga lepas dari musik.
kuliah gw, kerjaan gw, obrolan2 sama temen, semua masih tentang musik..
Dan materi lagu kami sekarang udah di bilang hampir 99% , dana buat demo juga udah siap, nadia juga udah mulai bisa mengimbangi permainan gw dan via, sdangkan niar juga saat itu bisa di bilang sudah menguasai 100% lagu2 kita..
dan sesuai kesepakatan bersama, kita bikin demo lagu nya di jakarta, karena sekalian kita pengen belajar banyak tentang perkembangan industri musik indonesia..

Akhirnya di penghujung tahun 2004, kita ber 4 berangkat ke jakarta.. gw tinggal kuliah gw dan ijin 2 minggu untuk berangkat ke jakarta.. di sana kita sewa rumah selama 1 bulan untuk di jadikan basecamp, kita sewa rumah di daerah fatmawati dekat dengan studio tempat kita mau bikin demo.. kita juga udah kontrak studio untuk bikin demo, perjalanan kami terasa lancar.. perjuangan kami serasa mendekati hasil..

Dan akhirnya sekitar 10 hari berikutnya, demo udah ada di tangan kami, 10 lagu karya kami sudah siap di kirim ke label2, sasaran kami waktu itu ada 3 label, yaitu music* son* dan nagaswar* yg merupakan label 2 besar saat itu.. 

"so kita bagi 2 tim aja ya, gw sama via, nadia sama niar" kata gw pagi itu di kontrakan jakarta.

"gw sama via ke label ***** trus nadia sama niar kalian ke label ***** , setelah itu tar kita ketemu di label **** jadi biar hari ini langsung kelar kita serahin demonya, gimana?" tanya gw ke mereka.

"beres, yaudah berangjat sekarang" kata niar dan kami pun berangkat naik taksi ke lokasi masing2.

Sampai di label **** gw sama via langsung masuk ke dalam, gw udah masukin profil band dan juga kaset demo ke dalam amplop besar warna coklat..

"kita temuin siapa nih?" tanya gw ke via.

"tar gw tanya ke orang itu aja" kata via sambil jalan ke seorang wanita yg lagi duduk di belakang meja. 

Sementara gw duduk di kursi ruang tunggu, gw liat via asik ngobrol sama wanita tadi..

Dan ga lama kemudian ada beberapa orang cowok mungkin sekitar beberapa tahun di atas gw usianya ikut masuk dan duduk di sebelah gw, mereka asik ngobrol..
dan dari obrolan mereka, mereka ternyata juga sama kayak gw, mereka juga mau menaruh demo mereka di situ.. *dan kelak di tahun 2006 album mereka keluar dan cukup meledak saat itu*

"leo sini" panggil via

Gw bangun dan jalan ke arah via

"ini ibu riska, mana demo kita?" kata via.

"halo ibu riska, saya leo" sapa gw sambil ngasih amplop ke wanita tadi.

"ok terima kasih ya, nanti kami hubungi lagi paling lambat 1 bulan dari sekarang" kata ibu riska tadi.

"baik bu terima kasih kami pamit dulu, di tinggu kabar baiknya" kata via pamit dan kami keluar menuju label ***** tempat kami menaruh demo yg terakhir.

Kami naik taksi, di sepanjang jalan via jelasin ke gw hasil dia ngobrol2 sama ibu riska tadi,dia bilang kalo demo kami akan di pelajari dulu, bukan hanya dari materi lagu saja, tapi juga masalah ' selera pasar ' dan nanti akan di kabari hasilnya sekitar 1 bulan dari kita menaruh demo..

"gw kok deg-degan ya via" kata gw.

"sama lah, mudah2an bisa di terima ya" kata via.

"amin" jawab gw di ikuti via

Taksi terus melaju merayap di jalanan kawasan sudirman
Gw liat aktivitas jakarta pagi itu sangat2 super sibuk..

"lo telpon nadia gih, tanya mereka sekarang ada di mana" kata gw. 

"iya" jawab via pendek dan mengambil hp dia.

Gw masih melempar pandangan gw ke arah luar, gw lihat betapa sibuknya jakarta, gw sedikit melamun tentang misalkan gw udah hidup di jakarta, gw pasti jadi bagian dari mereka, dari orang2 yg sibuk di luar sana..

"mereka udah di label ***** udah nungguin kita, baru aja mereka sampe" kata via.

"trus yg di label *** udah mereka kasih?" tanya gw.

"udah" jawab via pendek.

Dan pikiran gw kembali melamun.. menerawang, ber andai-andai.. betapa seneng gw misalkan bisa jadi bagian dari jakarta..

"ayo turun dah sampe" kata via begitu taksi kami berhenti.

Setelah membayar ongkos, kami turun dan di sana udah ada niar dan nadia lagi duduk di ruang tunggu

"gimana udah di kasi demonya yg tadi?" tanya gw.

"udah beres, oh iya tahun depan ada ajang pencarian bakat di stasiun tv **** tapi nyanyi sih, gw di kasih info sama orang label **** tadi pas gw kasih demo" kata niar.

"oh" jawab gw pendek.

"yaudah mana demo terakhir kita, gw mau kasih sekarang" kata via sambil meminta amplop terakhir yg gw pegang.

"ma gw yuk" kata niar

Mereka berjalan masuk sedang gw sama nadia tetep duduk di kursi ruang tunggu

"prediksi lo gimana nad tentang demo kita ini? Di terima ga?" tanya gw.

"uhmm gw yakin kok, kita harus yakin.. positif thinking leo, biar energi kita juga positif dan hasilnya positif" kata nadia.

Emang pola pikir dia sangat bagus, dia selalu melihat semua kejadian dari sisi baiknya..

"mudah2an ya nad, amin" kata gw .

"trus rencana kita setelah menyerahkan demo apa leo?" kata nadia.

"pulang nad, kita tunggu hasilnya, kita tunggu di jogja" jawab gw.

"via?? Dia kan udah selesai cuti?? Dia kan kudu kuliah lagi??" kata nadia.

"iya dia udah bilang masalah itu, dia ga ikut kita ke jogja" kata gw.

"hmm. Sedih juga ya pisah sama via., jadi kurang rame kita" kata nadia.

"ya gimana lagi, lo juga katanya mau pulang ke UK?" tanya gw.

"iya cuma 2 bulan aja kok, gw ada undangan main karawitan di sana, banyak komunitas musik tradisional idonesia di sana sekarang" kata nadia.

"kalo aja deket nad, gw pasti ikut ke negara lo" kata gw.

"ya ikut aja gapapa, ga sampe 24 jam perjalanan kok" kata dia lagi.

"iya tar aja tunggu tuyul gw bekerja dulu" kata gw.

"tuyul??" nadia bingung

"iya makhluk segede botol berkepala botak" kata gw.

"aww segede botol berkepala botak, itu namanya tuyul ya" kata nadia sambil mainin akis dan ngelirik ke arah anu gw.

"kalo ini mah botolnya kayu putih nad" jawab gw sekenanya..



Setelah beberapa menit kemudian, via dan niar sudah keluar dan bilang kalo kaset demo sudah di berikan.. 
dan kami naik taksi untuk pulang ke kontrakan kami di fatmawati..
kontrakan yg bentar lagi kami tinggalkan..
sepanjang jalan kita ga henti2nya mengkhayal..
kita cerita tentang kehidupan musisi terkenal yg tinggal di jakarta..
dan semuanya memang terasa menyenangkan..
impian kami semakin melambung..
memang pantas kalau jakarta di sebut dengan kota sejuta harapan..

Tapi di sisi lain gw juga ngerasa sedih..
ga lama lagi kita akan pisah..
gw sama niar di jogja..
nadia ke UK..
dan via tetep tinggal di jakarta..

Tapi inilah proses..yg ga bisa kita hindari..
dan gw cuma bisa berdoa agar hasil yg kita capai kelak bisa membuat kami semua bahagia.. amin.


Bersambung..

Sumber

0 komentar:

Post a Comment