Searching...

Popular Posts

Monday, 31 August 2015

Gitarku.. Ceritaku... Chapter 71

05:38

Pagi hari, gw bangun jam 9, gw masih ngerasain ngantuk yg luar biasa, gw lihat dari jendela kamar, di luar juga masih terlihat seperti jam 6 pagi, andai saja hari itu gw ga ada janji untuk ketemu EO yg ngundang kami kesana, mungkin gw bakalan ngelanjutin tidur gw..
Gw bangun dan ambil hp gw, gw lihat ada sms dari nadia..


'hi kalian, gw sekarang otw ke luzern, gw udah ada di zurich' 

Gw langsung bangunin via yg saat itu masih tertidur..

"via bangun, jam 1 kita ada janji lo" kata gw sambil bangunin via.

"sekarang jam berapa?" tanya via.

"jam 9 lewat" sahut gw sambil jalan menuju kamar mandi dan mandi..

Sekitar 14 menit kemudian gw dah selesai mandi dan gw duduk di kursi Sementara sekarang via yg masuk kamar mandi..
Gw ambil gitar gw, gw bersihkan memakai kain yg gw siapin di dalam tas gitar gw..
gw juga ambil gitar via dan gw lap sampai bersih..
setelah itu ga lupa gw juga ganti senar gitar kami dengan senar yg baru.. 
gw berharap bisa tampil maksimal di sini..




"nadia kapan kesini?" kata via sambil ganti baju.

"tadi sms katanya udah di zurich" jawab gw 

"baguslah, jujur gw juga masih bingung komunikasi sama orang, kalo ada nadia kan aman" kata via.

Gw cuma senyum..

"yaudah yuk bikin sarapan" ajak gw sambil jalan ke dapur..

Gw buka frezer dan gw liat di sana ada berbagai jenis sosis dan juga daging yg beku, gw baca satu2, ada daging sapi, babi, kanguru, kuda, juga ada kalkun yg udah di potong ukuran sedang

"ngeri via, orang sini makan kanguru juga, untung ga ada daging anaconda" goda gw ke via.

"ga ada beras ya leo?" kata via sambil celingukan cari2 beras di setiap sudut.

"kayaknya ga ada deh" jawab gw sambil buka kotak besar isi keju.

"ampun deh via, baunya kayak kaki gw" kata gw setelah mencium aroma keju.

"itu yg enak leo, emang sih baunya sedep2 najis" jawab via.

"trus makan apa nih kita?" tanya gw.

" terserah dah, aneh2 gini makanannya " jawab via

Kitapun bikin kentang goreng dan sosis sapi yg ukuran nya segede botol kecap..

"duit kita berapa sekarang via?" tanya gw.

"500 chf leo" kata via sambil membuka amplop yg di berikan sama orang yg jemput kami semalam.

"banyak gak itu ya?" tanya gw.

"ya ga tau lah, bilangnya sih buat jaga2 siapa tau kita mau beli2 apa gitu" jawab via.

"gw pengen beli rokok via" kata gw.

"bukanya lo kemarin bawa banyak?" tanya via.

"ketinggalan di kamar kontrakan via" jawab gw.

"yaudah yuk habis ini kita keluar" kata via.

Kamipun makan dan setelah selesai, kami berjalan menuju lift apartement untuk turun
Ke lantai dasar..
kami berjalan keluar apartement, salju saat itu setinggi mata kaki gw, setengah dari sepatu gw masuk ke dalam salju..

"wiihh tebal juga ya saljunya, padahal tadi malam udah di skop loh" kata gw.

"winter emang gini leo, tapi hebat juga ya pohon2 disini bisa kuat bertahan di musim kayak gini " kata via.

"ya emang lahirnya udah di sini ya pasti kuat lah, coba pohon pisang lo taruh sini" jawab gw dan gw liat via tertawa kecil..

Kami jalan sekitar 500 meter dari apartement, gw lihat danau di deket stasiun luzern sangat indah.. dan gw juga lihat bangunan besar yg bertuliskan 'KKL' 

"eh leo, itu KKL tempat konser2 orchestra ya.. wiih akhirnya bisa lihat langsung" kata via.

"iya via, gedung aneh itu, penataan akustiknya dapet banget, kebanyakan yg konser di situ ga pake alat bantu electronic lagi via" kata gw.

"yeee kan gw yg kasih tau ke lo masalah itu" kata via

Gw diem.. iya sih..

Kami masuk ke dalam mini market yg lumayan rame, gw ambil rokok 2 bungkus dan sebungkus permen ricola..

"lo gak belanja apa gitu?" tanya gw.

"gw udah ada ini" jawab via sambil buka bungkus permen kaki.

"bawa banyak?" tanya gw.

"lumayan sih" jawab via lagi.

Kitapun ke kasir dan membayar belanjaan kami.. untuk rokok 2 bungkus dan sebungkus permen ricola total belanja 17 euro.

"wihh mahal bgt ya via" kata gw.

"makanya jgn beli rokok" kata via.

Kamipun keluar dan jalan melihat2 suasana kota luzern, kota yg menurut gw sangat bagus dan rapi, di sepanjang jalan gw lihat orang2nya berjalan kaki sangat cepat, cuma gw sama via aja yg jalan lambat.. entah mungkin mereka kebelet boker sehingga mereka jalan cepat.. tapi masak iya semua orang kebelet boker..

Sekitar 1 jam kemudian kami memutuskan pulang kembali ke apartement..
kami masuk dan terlihat via sedang sibuk menulis sesuatu di kertas kecil..
gw duduk dan ambil gitar gw, pelan2 gw mulai main lagu lama punya pat metheny..

"eh leo coba buka tuh siapa tau nadia" kata via setelah mendengar suara bel di ruangan kami
Gw bangkit dan jalan membuka pintu.

"hello brother" teriak nadia

"wiiih bu dalang datang" sahut gw sambil gw peluk nadia.

"halo bu guru" kata nadia sambil terus memeluk via.

"pa kabar nad? Tambah bule aja muka lo nad" goda via.

"hahaha kabar baik, oh ya gimana kalian betah di sini?" tanya nadia.

"baru sehari nad, mana tau betah ato ga, so far so gut lah nad" jawab gw sambil ketawa.

Kami pun duduk dan via membuatkan teh hangat untuk nadia.. 

"orang EO tar lagi datang nih, jadi kalian hari ini belum ada jadwal main, kita nanti cuma bahas masalah jadwal dan juga ini" kata nadia sambil tangan dia memberi kode uang.

"btw beneran nad kita dapet 950juta?" tanya via.

"iya bener lah, yeee kalian jangan geer dulu, duit segitu kecil kalo untuk ukuran musisi di sini, apalagi kontrak kalian 8 kota kan? Hehehe sorry tapi gw pikir ini langkah bagus buat kalian" kata nadia.

"yaah nad, lo bilang segitu kecil, kami udah bertahun2 di jakarta belum pernah bisa nabung, apalagi sampe 950 juta" kata gw.

"makanya gw terima langsung kemarin, dan yg terpenting bukan 950 jutanya, tapi kalian juga bisa promo gratis kan?" kata nadia.

"iya nad, gw ma via berterima kasih buat ini semua nad, untung dulu gw kenal lo ya nad hehehe" kata gw.

"ni jawaban dari 'SEMESTA' atas energi positif yg selalu kalian keluarkan lewat doa" kata nadia.

"ehhmm mungkin maksud lo 'TUHAN' ya nad" jawab gw

"iya jawaban dari TUHAN atas semua doa dan usaha kalian" kata nadia.

Memang sih apa yg di bilang nadia bener, dia percaya kalo semesta selalu mewujudkan semua mimpi kita.. walau itu ga tau kapan datangnya..
dan gw memang percaya kalau ALLAH ga pernah tidur..

Kitapun lanjut ngobrol kesana kemari, nadia menjelskan tentang banyak hal, masalah selera musik, apresiasi dan juga rasa menghormati penonton yg sangat bagus dll..
dan beberapa saat kemudian ada 2 orang datang dan ngobrol sama kita

"hi my name is alfred, nice to meet you and welcome to europe" sapa orang tadi yg ternyata orang yg mengundang kami.

"leo, nice to meet you too and thank you" jawab gw.

Kami kenalan juga dengen temen alfred yg satunya, dia bernama irene, cewek cantik asal italy..
setelah itu dia mulai menjelaskan tentang jadwal kami, kota2 yg bakal kami kunjungi, dan juga dia menjelaskan masalah tekhnis di panggung, durasi dll..
sampai akhirnya mereka juga memberikan 50 % uang kontrak kami..

"sooo.. enjoy your time and see you soon" pamit irene dan alfred.

Kami antar mereka keluar dan kami duduk kembali..

"ini cek bisa kita ambil sekarang, bisa juga di transfer ke rekening kalian" kata nadia sambil memegang cek

"gini aja nad, lo kan yg lebih ngerti dan lo juga yg menjadikan lo sendiri manager kami, jadi sementara lo aja deh yg pegang uang itu, kalo kami butuh uang kami tinggal minta sama lo, oh iya satu lagi nad, lo minta berapa persen?" kata via serius.

"hahaha gw minta 100% boleh?" tanya nadia.

"kepet lo nad, lo ambil semua gw ma via tekor donk" kata gw sambil ketawa.

"ayolah serius, ini bisnis, lo minta berapa persen nad?" kata via.

Nadia diem.. entah dia mikir apa..

"gini aja, gw ga mungkin nerima duit dari kalian, mending kalian pegang uang ini, terserah mau kalian pake buat apa, tapi saran gw nih ya, mending kalian tabung dulu sambil lihat progres kalian 3 bulan ini gimana.. siapa tau kalian nanti ada rencana stay di sini??" kata nadia.

Kami diem..
gw tau kalo nadia udah bilang ga mau ya berarti memang ga mau, di paksapun tetep ga bakalan mau nerima uang kami..

"emang ada peluang buat kita berkarya di sini?" tanya via.

"yaa gw ga tau ya kalo di swiss sini seperti apa, tapi kalo di uk, sepertinya kalian cocok, lagu kakian banyak yg suka kok" kata nadia.

"trus emang di ijinin apa ngamen di uk?" tanya gw.

"masalah ijin, ntar gw minta tolong sama temen gw, yg penting kalian mau, mungkin bisa di bantulah masalah ijin" kata nadia lagi.

"kita lihat dulu aja 3 bulan ini gimana, kalo memang karya kita di terima dan kita ada kesempatan, kenapa enggak" kata via.

"ok bagus itu, ya udah sekarang kita ke bank, kita ambil uang dan kita senang2 hahaha" kata nadia.

Hmm.. ga ada salahnya juga sih kita seneng2.. setelah sekian lama kami berpuasa, sekali2 boleh lah kita merasakan hari raya.. hari raya yg menurut gw sebenernya berdosa.. bir!!! Ayem kaming!!!!!!!!

Hari itu kami ke bank, tas kecil gw di penuhi pecahan2 euro dan juga chf.. tas yg sebelumnya cuma berisi rokok itu kini gw pegang erat bgt, nadia yg ngelihat tingkah gw jadi tertawa.
nadia menjelaskan kalo di sana jarang sekali dan hampir tidak ada yg namanya copet atau rampok, jadi gw ga perlu kuatir yg berlebihan.
Gw lihat kanan kiri memang sih banyak nenek2 tua jalan sendirian dan tubuh mereka di penuhi perhiasan mahal.. coba aja lo nek lewat tanah abang atau blok M sana.. 

Setelah itu kami menghabiskan hari itu untuk keliling kota luzern.. nadya menjelaskan tempat2 penting dan bersejarah di sana.. kami juga naik ke gunung pilatuz.. sungguh pemandangan dan pengalaman yg luar biasa buat gw dan via..
gak henti2nya gw bersyukur.. antara kata jancu* Dan ucapan subhanallah sering keluar dari mulut gw ketika mata gw melihat pemandangan yg luar biasa itu..
Entahlah gw sendiri waktu itu juga masih belum 100% percaya..
gw yg hanya berasal dari keluarga kecil di kampung, keluarga yg untuk makan aja harus irit, bisa menikmati pemandangan sebagus ini, bisa melangkah sejauh ini..

Pikiran gw kembali normal.. gw ga mau terlalu lama terlena.. bisa saja ini hanyalah kepuasan sesaat, gw ga boleh lupa diri..
gw kembalikan lagi ini hanyalah sebuah proses.. perjalanan panjang gw sama via tidaklah selalu mulus.. banyak dari tetangga gw yg hanya melihat gw yg sekarang.. tanpa mereka melihat proses gw.. selalu hasil dan hasil yg mereka ketahui..
sama seperti gw belajar gitar.. selama proses, orang ga bakalan melihat ataupun memikirkan gimana susahnya setiap hari jari2 gw di paksa beradu dengan kayu dan senar.. gmn rasanya menghabiskan berjam2 duduk dan melatih permainan.. tapi setelah gw mengeluarkan karya, mereka hanya mengenal gw sebatas karya gw.. kalo menurut mereka bagus ya mereka seneng, kalo menurut mereka jelek ya gw dilupakan dan di buang.. walaupun sesungguhnya karya gw yg jelek juga melewati proses yg lama dan panjang..
gw yakin lebih banyak orang yg mengenal slash daripada pat metheny, slash yg skill gitanya masih di bawah pat metheny.. tapi karya slash bisa di terima banyak orang dan orang ga pesudi dengan proses yg harus di jalani oleh slash ataupun pat metheny.. mereka ga mau tau seperti apa mereka sampai bisa mencapai titik puncak mereka..

Dan gw yakin semua hidup gw adalah proses, dan pencapaian atau hasil gw akan tercapai setelah gw mati..
dana gw akan menyikapi perjalanan proses gw dengan sebaik mungkin.. ga susah untuk bisa bahagia.. ga perlu uang yg selalu di kejar.. tapi gw berusaha melihat sisi2 positif dari orang di sekeliling gw untuk merubahnya menjadi titik kebahagiaan gw.. kebahagiaan yg setiap saat ada bersama gw..



"leoo" teriak nadia.

"hmm.. " jawab gw.

"ngomong apaan sih lo panjang banget?" tanya nadia

"gw curhat nad" jawab gw.

"emang cerita lo udah habis?? Kok pake nukis curhat2 segala" tanya nadia.

"belum sih, masih ada 20an part lagi" jawab gw.

"makanya lo simpen tuh kata2 buat part akhir aja, jadi lo ga bingung mikir lagi" kata nadia.

"gampang dah nad, dah terlanjur nukis, tau sendiri nulis pake hp susah, masak mau di hapus" jawab gw.

"yaudah terserah lo" jawab nadia.

"lagian part terakhir gw tar mau gw isi bb++++++ nad, biar sekalian di close sama momod" jawab gw

" oh.. .. " 


Bersambung..


Sumber

0 komentar:

Post a Comment