Searching...

Popular Posts

Monday, 7 September 2015

Antara Aku, Kau dan Sabun Part 15

22:38

“Za…” 

“Iya bob”

“Kenapa kamu gak rebut bukunya tadi waktu di ambil ?”

“tadi aku udah minta tapi dia bilang cium dulu baru di balikin terus temen-temennya ketawa, jadi aku sama Asti pergi aja”


“ANJ*ING” Kata gua kesal sambil mempercepat langkah

“…………” Kanza hanya diam mengikuti gua di belakang

Gua berhenti di pinggir jalan, menunggu jalan sepi untuk menyebrang dengan Kanza yang berdiri disebelah kiri sambil menggandeng tangan gua. Lalu lintas di sini memang ramai kalau siang hari jadi harus bersabar untuk menyebrang. 

Setelah sampai di sebrang gua lanjut berjalan mencari tempat tongkrongan anak kelas XI, tapi dari kejauhan gua lihat Darno dan yang lain sedang menuju ke sini. Gua hentikan langkah kaki karena Darno melambai-lambaikan tangan seolah meminta gua untuk berhenti.

“Mau kemana lo ?” Tanya Darno di depan kami

“Mau ikut gak ?” Ajak gua


“Kemana ?”

“Tongkrongan anak kelas XI”

“Wihhh pasti mereka godain Kanza ya”


“Udah jangan bawel, kalo mau nonton yu ikut” 

Ajak gua sambil lanjut berjalan dan diikuti dengan yang lain di belakang. Dari kejauhan terlihat warung yang kumuh dengan banyak anak kelas XI, tapi gua engga mempedulikan berapapun jumlahnya. 

“Yang mana orangnya ?” bisik gua sambil jalan

“Itu tuh yang pake sweater ijo” Kata Kanza sambil berbisik di telinga gua.
Lalu gua meminta Kanza menunggu dari kejauhan, Darno ingin ikut tapi gua meminta dia dan yang lainnya cukup lihat dari jauh dan jagain Kanza.

“Wihhh ada jagoan kelas X bos” Kata anak kelas XI yang lagi asik ngopi

“………..” gua hanya diam, 

Anak kelas XI yang menggunakan sweater ijo melihat gua lalu melirik Kanza yang berada beberapa meter di belakang lalu dia berdiriJAGOANNYA DATENG COY HAHAHAHA Kata dia sambil di ikuti Tawa yang lain LO MAU NGAMBIL BUKU INI ?Tanya dia sambil memegang buku itu ditangan kanannya, tapi dia melemparkan buku itu ke samping kanan saat gua coba mengambilnya

“HAHAHAHA” mereka menertawakan gua.

“asik BIMO dapet mangsa empuk nih” Kata salah satu dari mereka

Gua mengabaikan mereka sambil berjalan ke arah buku itu lalu membungkukan badan coba mengambilnya tapi belum sempat gua ambil sebuah tendangan mendarat di perut gua sampa gua tersungkur.

BOBIIIIII” 

Gua menoleh ke arah Kanza yang sedang meronta melepaskan tangan Darno yang memegangi pergelangan tangannya, gua hanya melemparkan senyuman ke arah kanza dan yang lain

“Siapa Nama lo ?” Kata orang yang nendang gua saat gua coba bangkit

“BOBI” Jawab gua singkat dengan memasang kuda-kuda

“lo gak terima gua tendang?” 

“………..” gua hanya diam sambil sedikit menundukan kepala 

“Jawab Nyet, CUIHH” dia meludah ke depan gua

Lalu gua sedikit mengangkat kepala “BANCI” kata gua sambil menatap matanya

Bimo berjalan mendekati lalu mencengkram kerah baju gua “APA LO BILANG ?” Tanya dia sambil teriak

“CUMA COWO BANCI YANG GANGGUIN CEWE” gua ikut Teriak sambil menatap wajahnya yang penuh emosi



“………..” gua diam

“………….” Semua teman BIMO juga diam, suasana jadi hening 

“Lawan gua, buktiin siapa yang banci” Kata Bimo sambil melepaskan tangannya dan mendorok gua ke belakang. Dia membuka sweater dan seragamnya, di ikuti gua yang melepaskan seragam lalu menggungnya di pohon dekat warung.

Gua memasang kuda-kuda dengan Bimo yang lompat-lompat kecil dengan kedua tangan di tekuk, Dia menendang tapi gua menghindarinya, dia memberikan tonjokan tapi gua terus menangkisnya tanpa memberikan serangan lalu dia berhenti menyerang dan mundur beberapa langkah.

“LAWAN NYET” Teriak dia dengan napas terengah-engah

“………..” gua hanya diam dengan posisi siap

Sebuah tendangan nyaris mengenai kepala gua tapi dengan cepat gua menunduk lalu memutar badan dengan mengayunkan kaki kiri menyapu kaki Bimo dan membuat dia ambruk. lalu gua memberikan tendangan keras perutnya beberapa kali lalu gua menendang wajahnya sampai dia tersenyungkur dengan bibir dan hidung berdarah. Gua menarik kaki ke belakang siap memberikan tendangan selanjutnya tapi dia mengangkat kedua tangan sambil mengatakan GUA KALAH GUA KALAH

lalu gua kembali meletakan kaki di tanah, gua ambil buku yang tergeletak dengan tangan kiri lalu menjulurkan tangan kanan membantu Bimo berdiri. GUA CUMA MAU NGAMBIL BUKU, KALO LO MASIH GANGGUIN CEWE GUA URUSAN INI BERLANJUT. Sambil gua memberikan ancaman

“Sorry gua Cuma iseng, gua janji gak bakalan gangguin cewe lo lagi” Kata Bimo sambil memegangi pipi kiri dan perutnya. Gua berjalan mengambil baju di pohon lalu meletakannya di bahu dan meninggalkan mereka. 

Tadinya gua pikir mungkin teman-temannya bakalan kroyok gua tapi ternyata semua bisa selesai dengan 1 lawan 1. 

Gua lihat Darno melepaskan tangannya dan Kanza langsung berlari ke arah gua yang sedang berjalan ke arah mereka, sekarang Kanza berdiri di depan gua dengan matanya mata yang masih meneteskan air mata. Gua menyeka air matanya dengan tanan kanan lalu memberikan buku yang gua pegang dengan tanan kiri.

“Kamu engga apa-apa ?” Kata Kanza sambil mengambil bukunya

“Engga apa-apa, yu ke kelas lagi” AJak gua sambil memakai baju 

“Makin ganas aja lo” Kata Darno yang berjalan menghampiri gua di ikuti yang lainnya

“Kren brow udah kaya liat Jet li” Kata Anton

“Ah pada berlebihan lo pada” Kata gua sambil mengancingkan baju seragam,”Gua ke kelas dulu, Thanks ya udah jagain Kanza” Lanjut gua
Lalu gua berjalan meninggalkan mereka di ikuti Kanza yang memegang bukunya begitu erat dengan tangan kirinya.

Sepertinya waktu istirahat sudah habis, karena sekolah begitu sepi engga ada siapapun di luar kelas. Gua dan Kanza tetap lanjut berjalan menaiki anak tangga untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

“Bob..”

“Iya Za..”

“Maaf aku repotin kamu”

“Engga apa-apa, emang isi buku itu apa ?”

“RA HA SIA” 

“Paling isinya Cuma curhatan lo aja kan” Kata gua menebak-nebak

“Ihhh kok kamu tau, tadi di baca dulu ya”

“…….” Gua diam dan berhenti di salah satu anak tangga di ikuti Kanza yang ikut berhenti “Kapan coba gua buka itu buku ?” Tanya gua 

“Eh iya tadi kan gak kamu buka ya, aduhh kok malah aku kasih tau isinya” Kata dia sambil memukul-mukul kepalanya pelan


Bersambung..

Sumber

0 komentar:

Post a Comment